Mentari kembali terbit di ufuk timur. Secercah asa kembali muncul walaupun sebenarnya tampak mustahil. Kurajut kembali segala khayalan dan impian yang telah tersimpan sekian lama di lubuk hati. Dengan satu keyakinan “aku pasti bisa, aku pasti mampu”. Kata-kata itu tersimpan begitu rapi di otakku. Kubuka gorden kamar yang hampir usang, sepintas tampak olehku anak-anak kecil yang berlari pagi bersama dengan ayahnya. Begitu riangnya anak itu, lepas, penuh dengan ketulusan. Kebahagiaan seperti hanya miliknya semata. Aku melihat diriku di cermin. Sudah begitu lama aku tidak tertawa seperti anak kecil tadi. Hari-hariku dipenuhi dengan kekalutan, tak ada setitik kebahagiaanpun disana, memikirkan hal-hal yang terlalu ekstrim, kebimbangan dan keraguan selalu menghantui malam-malamku. Sehingga aku selalu melewati hari yang penuh kejenuhan, tiada semangat hidup. Pagi ini aku merenungkan semua hal yang sudah terjadi di hidupku. Banyak sudah orang-orang ataupun kerabat dekat yang telah meninggalkanku sendirian ketika mereka pikir aku bukanlah bagian dari kehidupan mereka, ataupun orang yang tidak cocok bergaul dengan mereka. Yeah…aku memang bukanlah orang yang gaul, trendy, lucu seperti yang mereka harapkan. Inilah aku pribadi yang hanya ingin dianggap dan dihargai disaat aku ada. Terkadang aku pikir, aku terlahir memang diciptakan untuk sendiri tapi ahhh, entahlah. Aku juga tidak mengerti.
Begitu ironis hidup yang kujalani ini. Tanpa ada sorangpun yang mencoba mengerti dan memahamiku. Mereka hanya datang dan ada ketika mereka butuh. Selepas itu mereka semua kembali menjauh dariku. Uuuh.. dunia ini terlalu egois untuk menjadi tempat berpijak orang sepertiku. Apakah salahku terhadap orang-orang itu??? Aku ingin lari dari semuanya dan benar-benar hidup sendiri, yang ada hanya aku dan Sang Pencipta. Egokah aku ketika aku ingin hidup sendirian??? Tanpa ada sesiapapun, termasuk teman??? Mungkin iya, aku menyadarinya. Tapi..kenapa semuanya seperti ini??? Kemanakah perginya orang-orang yang dulu begitu dekat denganku??? Terlalu cuekkah aku??? Terlalu sibukkah aku dengan diriku sendiri???
Seakan begitu banyak orang yang tidak menyukaiku sedemikian rupa, sehingga mereka semua pergi. Bahkan di keluargaku sendiripun( dari nyak_the writer), aku adalah seorang yang tertolak. Mereka selalu mencari kesalahanku dan kekuranganku. Mereka seakan berusaha untuk membuat orang-orang yang sayang samaku, membenciku. Aku tak pernah tau kesalahan apa yang telah kuperbuat terhadap mereka, sampai detik inipun pertanyaan itu belum terjawab. Didepanku mereka bersikap manis, tapi dibelakangku mereka begitu menusuk bak jarum kecil, perih. Aku hanya bisa diam dan diam tak berujung. Hanya bisa tersenyum getir mengingat hal itu. Kemunafikan mereka dihadapanku sungguh sangat mengecewakanku sebagai manusia yang lemah. Aku tak pernah menyangka bahwa masalah ini terus berkelanjutan hingga saat ini.
Dalam semua rutinitasku, tak ada kutemukan setitik kebahagiaan. Hati ini begitu kosong. Lalu perlahan, kulangkahkan kaki ini menapaki jalanan yang masih sepi. Mencoba tuk temukan seonggok kedamaian. Aku seperti orang bodoh pagi ini. Berjalan sendirian dengan kaki telanjang, hal yang tak pernah kulakukan sebelumnya. Aku ingin berteriak sekuat tenaga. Tiba-tiba aaaaaaaaaaaaaaaghhhh……… akhirnya teriakan itu keluar juga, aku sendiri kaget. Kulihat keadaan sekelilingku, harap-harap cemas gak ada orang yang lalu-lalang. Kalau seandainya ada, mungkin saja mereka pikir bahwa aku adalah seorang yang kurang waras dan mengira aku seorang yang lagi stress berat. Berharap semuanya akan baik-baik saja.
0 komentar:
Posting Komentar